Tangerang — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang terus bergerak cepat mengangkut dan membersihkan sampah di sejumlah wilayah terdampak banjir. Salah satu lokasi yang menjadi fokus perawatan adalah di Perumahan Villa Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (24/1/2026).
Upaya ini dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mempercepat pemulihan lingkungan pasca banjir. Petugas kebersihan DLH terlihat kesulitan mengangkut tumpukan sampah yang terbawa arus banjir, mulai dari ranting, lumpur, hingga sampah rumah tangga.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kota Tangerang, Iwan, S.Pd., M.Si mengatakan, pembersihan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh agar lingkungan warga kembali bersih dan sehat.
“Kami segera mengirimkan tim ke lokasi terdampak banjir untuk melakukan pengangkutan sampah dan membersihkan lingkungan. Tujuannya agar saluran air tidak tersumbat dan aktivitas warga bisa secepatnya kembali normal,” kata Iwan disela-sela kegiatan.
Ditegaskannya, DLH Kota Tangerang akan terus melakukan pemantauan dan pembersihan titik rawan hingga kondisi benar-benar pulih.
“Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada hari ini saja. Kami akan terus melakukan pembersihan hingga kondisi lingkungan benar-benar normal dan banjir benar-benar surut. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat,” imbuhnya.
Iwan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah dampak banjir.
“Kami menghimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kepedulian kecil kita semua saat ini sangat berarti bagi keselamatan dan kenyamanan kita bersama di masa depan,” tutupnya.
Langkah cepat DLH Kota Tangerang mendapat apresiasi dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan kehadiran petugas kebersihan di tengah proses pemulihan pasca banjir. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan lingkungan dan meminimalisir risiko terjadinya banjir susulan. (zher)
